Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Stok BBM Indonesia Aman Tanpa Bergantung pada Selat Hormuz

7 hours ago 11

FAJAR.CO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz maupun kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran terkait gangguan pasokan energi yang mungkin timbul akibat gejolak geopolitik di wilayah tersebut.

Impor BBM Berasal dari Asia Tenggara, Bukan Timur Tengah

Bahlil menjelaskan bahwa impor BBM Indonesia justru berasal dari negara-negara Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Singapura. Ia menegaskan, "Impor untuk BBM jadi tidak kita ambil dari Middle East, Kita ambil dari mana Asia Tenggara." Lebih lanjut, ia memperjelas, "Dimana, Asia Tenggara itu Malaysia dan sebagian dari Singapura." Pernyataan ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak bergantung pada pasokan minyak dari kawasan yang rawan konflik seperti Selat Hormuz.

Strategi Diversifikasi untuk Menjaga Ketahanan Energi

Kondisi cadangan energi di dalam negeri saat ini berada di atas batas minimal standar nasional, ungkap Bahlil. Pemerintah telah menyusun strategi diversifikasi rantai pasok dari berbagai negara untuk menghindari ketergantungan pada satu kawasan saja yang mungkin terdampak oleh kondisi geopolitik.

Dalam hal impor Liquefied Petroleum Gas (LPG), Bahlil membeberkan bahwa dari total 7,6 juta impor LPG, sekitar 70% sampai 75% berasal dari Amerika Serikat, 20% dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain seperti Australia. "Nah yang kita impor dari Middle East itu Bapak adalah crude-nya. Jadi minyak mentahnya itu 20% memang dari Middle East. Sisanya kita dapat dari Angola, Nigeria, Brasil kemudian sebagian Amerika, sebagian dari Malaysia," jelasnya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |