
FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Donald Trump, Presiden Amerika Serikat menawarkan keringanan tarif impor ke China asalkan negara Tirai Bambu menyetujui kesepakatan penjualan aplikasi TikTok (ByteDance).
Menanggapi kondisi China yang tengah menghadapi dampak signifikan dari perang dagang yang dipicu Trump, termasuk tarif tingal balik sebesar 34 persen.
Menurut laporan Reuters pada Jumat, 4 April 2025, Trump berencana menggunakan TikTok sebagai contoh bagaimna tarif dapat menjadi alay tawar-menawar dalam negosiasi international.
"Kita bisa menggunakan tarif untuk mendapatkan sesuatu sebagai balasannya," kata Trump dikutip Sabtu, (5/4/2025).
Dalam kondisi perang, Amerika Serikat memberikan tekanan besar kepada ByteDance, Induk perusahaan TikTok, agar menjual aplikasi tersebut di AS sebelum batas waktu 5 April 2025, atau menghadapi potensi pelarangan.
Ancaman pelarangan Tiktok di AS didasari oleh kekhawatiran akan keamanan nasional, privasi data pengguna, dan pengaruh geopolitik China, mengingat ByteDance, perusahaan induk Tiktok, berbasis di China.
Trump mengatakan bahwa pemerintahannya hampir mencapai kesepakatan penjualan TikTok dengan melibatkan banyak investor.
Pernyataan ini disampaikan sehari setelah ia mengumumkan tarif impor dasar 10% untin semua barang ke AS, serta tarif yang lebih tinggi untuk beberapa mitra datang utama.
(Besse Arma/Fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: