Rakyat Amerika Serikat Desak Trump Hentikan Perang, 1,8 Juta Pengunjuk Rasa Turun ke Jalan

6 hours ago 12

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Warga Amerika Serikat (AS) mengelar unjuk rasa besar-besaran langkah atau kebijakan yang diambil oleh Pemerintahnya.

Di Amerika Serikat jutaan warga turun ke jalan dalam demonstrasi bertajuk No Kings pada Sabtu, 28 Maret 2026, waktu setempat.

Aksi protes yang dilakukan masyarakat Amerika Serikat ini kemudian menjadi sorotan publik dunia karena dinilai persitiwa yang cukup langka.

Demonstrasi ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump, termasuk terkait perang di Iran dan kebijakan domestik yang dinilai kontroversial.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta demonstrasi besar-besaran yang terjadi di AS.

1,8 Juta Warga Ikut Aksi Protes

Menurut perwakilan penyelenggara dari Koalisi No Kings, aksi ini diikuti oleh sedikitnya 8 juta peserta yang tersebar di lebih dari 3.300 lokasi di 50 negara bagian.

“Kami mencatat 8 juta peserta yang hadir, dan kami menargetkan lebih dari 9 juta,” kata perwakilan penyelenggara Koalisi No Kings, yang dikutip Minggu (29/3).

Aksi ini disebut masih akan berlangsung dan jumlah massa dikabarkan masih akan terus bertambah sepanjang aksi ini berlangsung.

Dengan target partisipasi mencapai lebih dari 9 juta orang. Aksi ini menjadikannya sebagai salah satu demonstrasi terbesar yang pernah terjadi di Amerika Serikat dalam satu hari.

Seruan Akhiri Perang

Dalam berbagai titik aksi, massa terdengar meneriakkan slogan “End this war” atau “Hentikan perang ini”. Seruan tersebut menjadi simbol penolakan terhadap konflik yang sedang berlangsung di Iran.

Aksi ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap eskalasi konflik internasional yang melibatkan Amerika Serikat.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |