Teror Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus, Novel Baswedan Desak Ungkap Aktor Intelektual

6 hours ago 7
Novel Baswedan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Serangan penyiraman air keras yang dialami Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, pada Kamis malam, 12 Maret 2026 di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, dinilai sebagai tindakan yang sangat terorganisir dan terencana.

Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, yang mengamati rekaman CCTV, menegaskan bahwa serangan tersebut bukan kebetulan dan pelakunya memiliki simbol-simbol tertentu yang menunjukkan tingkat perencanaan tinggi.

Serangan Terencana dengan Tujuan Membunuh

Novel Baswedan menjelaskan bahwa niat dari pelaku bukan sekadar mengancam, melainkan berusaha membunuh atau setidaknya menyebabkan cacat permanen pada Andrie Yunus.

"Andrie Yunus orang baik. Dia orang yang berintegritas, kritis, dan berani. Apa yang dialami, serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh," katanya saat jumpa pers yang disiarkan di YouTube Yayasan LBH Indonesia, Jumat (13/3/2026).

"Kenapa? Pelakunya ini menyiram air keras di area muka. Paling tidak pelaku ini menghendaki cacat permanen. Begitu jahatnya pelaku ini," tambah Novel.

Pelaku dan Kronologi Serangan

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung setelah Andrie menyelesaikan aktivitasnya di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Andrie baru saja mengikuti perekaman siniar bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" yang selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

Usai kegiatan, Andrie meninggalkan kantor dengan mengendarai sepeda motor dan melintas di Jalan Salemba I – Talang.

Sekitar pukul 23.37 WIB, dua pelaku laki-laki yang mengendarai satu sepeda motor berlawanan arah mendekati korban di kawasan Jembatan Talang. Salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke tubuh Andrie.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |