Dadan Bilang Timnas Sulit Menang Karena Kurang Gizi, Said Didu: dari Dulu Pejabat Kesayangan Jokowi Terlalu Banyak Bicara

1 week ago 26
Said Didu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, mendadak menyemprot Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.

Bukan tanpa alasan, sebelumnya Dadan menyebut bahwa sulit bagi Timnas Indonesia untuk menang karena banyak pemainnya lahir di kampung dan mengalami kekurangan gizi.

Said Didu menilai pernyataan tersebut tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga mencerminkan ketidakmampuan pejabat dalam menjalankan tugasnya.

"Dari dulu pejabat kesayangan Jokowi ini terlalu banyak bicara dan gak ada bukti bisa bekerja baik," ujar Said Didu di X @msaid_didu (23/3/2025).

Lebih lanjut, ia juga bilang bahwa semakin banyak pejabat yang dianggap loyalis Jokowi justru bisa memperlemah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Semakin hari semakin terlihat pejabat-pejabat titipan Jokowi merongrong Presiden Prabowo," tambahnya.

Sebelumnya diketahui, Dadan Hindayana menyoroti pentingnya asupan gizi sejak usia dini dalam menentukan performa atlet Indonesia, termasuk pemain sepak bola.

Ia menilai bahwa keterbatasan akses terhadap gizi berkualitas menjadi salah satu faktor yang membuat tim nasional kesulitan bersaing di level internasional.

Hal ini diungkapkan Dadan dalam acara penandatanganan MoU antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pekerjaan Umum di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Sabtu (22/3/2025).

"Jadi jangan heran kalau PSSI itu sulit menang, karena main 90 menit berat, kenapa? Karena gizinya tidak bagus. Banyak pemain bola lahir dari kampung," kata Dadan.

Ia juga mencatat adanya peningkatan kualitas pemain nasional seiring dengan kehadiran pemain keturunan Belanda yang memiliki asupan gizi lebih baik.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |