Pemerintah Rancang Masa Studi SMK Jadi 4 Tahun, untuk Persiapan Kerja ke Luar Negeri

1 week ago 15

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyiapkan sekolah menengah kejuruan (SMK), khusus untuk para pelajar yang siap bekerja di luar negeri.

Rencana ini disampaikan Mu'ti saat menghadiri acara penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan di Kantor Kemdikdasmen, Jakarta, pada Senin, 24 Maret 2025.

Abdul Mu'ti kemudian memperjelas tujuan dari perjanjian kerja sama yang disetujui oleh dua kementerian terkait.

"Dengan kementerian BP2MI, kami tadi udah ada PKS (Perjanjiannya Kerja Sama) yang ditandatangani, akan menyiapkan para pelajar SMK untuk dapat bekerja di mancanegara," ujar Mu'ti, dikutip Selasa, (25/3/2025).

Mu'ti juga menyebutkan bahwa nantinya akan ada beberapa SMK dengan masa studi empat tahun, di mana satu tahun terakhir difokuskan pada persiapan siswa untuk bekerja di luar negeri.

Ia menjelaskan bahwa, dengan adanya. konsep ini dapat menjadi terobosan juga solusi yang tepat, untuk lulusan SMK yang berminat bekerja di luar negeri tetapi belum memiliki kesiapan yang memadai.

"Kami juga sangat berharap agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, juga bisa terealisasi kerja sama bisnis dengan Menteri B2MI untuk pengiriman pekerja ke luar negeri negeri bagi lulusan-lulusan SMK," katanya.

Kerja sama yang disepakati ini tidak hanya memberikan keterampilan sesuai dengan program keahlian pelajar, tapi juga memiliki ketrampilan-keterampilan lain yang nanti dibutuhkan di luar negeri.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |