Soal Kerja Sama Universitas Udayana dengan TNI AD, SPK: Kampus Ruang Intelektual, Bukan Barak!

1 day ago 8
Prajurit Korps Marinir TNI AL. Ilustrasi. Foto: Dispenal

FAJAR.CO.OD, JAKARTA — Kerja sama Universitas Udayana (Unud) dengan TNI AD, Kodam IX Udayana menuai protes. Tidak hanya dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Udayana.

Setelah protes dari BEM. Kini yang bersuara adalah Serikat Pekerja Kampus (SPK). Serikat yang menghimpun dosen, dan para pekerja kampus itu menilai kerja sama tersebut sebagai militerisme masuk kampus.

“Lawan militerisme masuk kampus!” tulis SPK dikutip dari unggahan di Instagram resminya @serikatpekerjakampus, Rabu (2/4/2025).

Kerja sama TNI AD dengan Unud itu mencakup bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.

SPK menganggap hal tersebut bukan sekadar intervensi. Tapi infiltrasi sistematis untuk membungkam kebebasan akademik.

“Ini adalah langkah mundur yang mengancam demokrasi, membunuh kebebasan berpikir, dan menyeret dunia akademik ke dalam jurang otoritarianisme,” tulis pernyataan SPK.

SPK menegaskan, kampus adalah ruang intelektual. Bukanlah barak.

“Kampus adalah ruang intelektual, bukan barak! Di sini, argumen bertemu argumen, bukan moncong senjata yang berbicara,” jelasnya.

“Kebebasan akademik hanya tumbuh dalam atmosfer egaliter dan dialogis—bukan di bawah bayang-bayang feodalisme kronis dan kultur hirarkis,” tambahnya.

TPada sejarahnya, disebutkan militer selalu gagal jika terlibat dalam ruang akademik. Yang terjadi hanya represifitas.

“Sejarah telah membuktikan: setiap kali militer masuk ke kampus, yang terjadi adalah represi, pembungkaman, dan kehancuran nalar kritis. Kita menolak hidup di bawah sepatu lars yang siap menginjak kebebasan akademik!” terangnya. (Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |