Perkuat Hilirisasi Berkelanjutan, IMIP Jadikan ESG Fondasi Daya Saing di Rantai Pasok Global

1 day ago 10

MOROWALI, Sulawesi  Tengah– PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi utama menjaga daya saing industri hilirisasi nikel Indonesia di tengah tuntutan rantai pasok global yang semakin ketat.

Sebagai pengelola kawasan industri terintegrasi berbasis nikel seluas sekitar 4.000 hektare di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, IMIP menilai penerapan ESG bukan lagi sekadar kewajiban perusahaan, melainkan telah menjadi strategi bisnis jangka panjang untuk memastikan industri hilirisasi tetap kompetitif, berkelanjutan, dan dipercaya oleh pasar internasional.

Kawasan industri IMIP saat ini mengoperasikan klaster industri stainless steel, carbon steel, hingga baterai kendaraan listrik yang saling terintegrasi. Melalui konsep tersebut, limbah dari satu proses produksi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi proses lainnya, sehingga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, mengatakan sejak tahun 2024 perusahaan telah menerapkan kerangka kerja ESG sebagai bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang transparan, bertanggung jawab, dan aman.

"Sejak tahun 2024, IMIP telah mengaplikasikan kerangka kerja ESG sebagai komitmen nyata perusahaan dalam penerapan standar tata kelola yang transparan, bertanggung jawab, dan aman. ESG bukan hanya soal kepatuhan, tetapi arah strategis bagi seluruh departemen dan tenant dalam membangun kepercayaan publik, " ujar Yulius dalam siaran pers yang diterima, Rabu (22/7/2026).

Untuk memastikan implementasi ESG berjalan optimal, IMIP membentuk struktur organisasi khusus yang terdiri atas ESG Committee, ESG Office, serta ESG Team di masing-masing tenant. Seluruh pelaksanaan program dilakukan melalui ESG Management System berbasis siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang menjadi pedoman menuju target roadmap ESG hingga tahun 2030.

Di sektor energi, IMIP juga terus melakukan transformasi menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Hingga akhir 2025, kawasan industri tersebut telah mengoperasikan 502 unit kendaraan listrik, termasuk dump truck dan berbagai alat berat. Selanjutnya, pada Mei 2026, IMIP menambah 207 unit bus listrik yang digunakan sebagai sarana transportasi karyawan di dalam kawasan industri.

Selain elektrifikasi kendaraan, IMIP juga mengembangkan berbagai proyek energi terbarukan, di antaranya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 MWp yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Perusahaan juga memanfaatkan waste heat power generation, tenaga air, serta biomassa sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Komitmen menekan emisi karbon juga dilakukan melalui pengadaan bahan baku yang lebih berkelanjutan. Head of Environment Department PT IMIP, Yundi Sobur, menjelaskan bahwa perusahaan telah menerapkan standar penggunaan baja daur ulang (scrap steel) sebagai salah satu strategi dekarbonisasi.

Menurutnya, berbagai inovasi lain juga terus dikembangkan, seperti pemanfaatan Battery Energy Storage System (BESS), belt conveyor, slurry pipeline, hingga pengembangan sumber energi ramah lingkungan untuk menciptakan sistem logistik dan produksi yang lebih efisien serta rendah emisi.

Di bidang pengelolaan lingkungan, IMIP menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui pengelolaan limbah dan air limbah secara terpadu. Seluruh kawasan maupun tenant dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang didukung Sistem Pemantauan Air Limbah Secara Terus-Menerus (SPARING) dan telah terhubung langsung dengan platform Kementerian Lingkungan Hidup sehingga kualitas air dapat dipantau secara transparan dan real time.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, IMIP mencatat pemanfaatan limbah organik dan anorganik mencapai 30, 8 ton atau sekitar 5, 6 persen dari total timbulan limbah sebanyak 549 ton. Dari jumlah tersebut, komposisi limbah terdiri atas 74, 68 persen limbah organik, 10, 26 persen limbah anorganik, serta 15, 06 persen residu.

Penerapan ESG di IMIP tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan dan tata kelola perusahaan, tetapi juga menyentuh aspek sosial melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi layanan kesehatan gratis, donor darah rutin hingga empat kali setiap tahun, edukasi pencegahan kebakaran, penyuluhan keamanan instalasi listrik rumah tangga, hingga penyediaan layanan tanggap darurat.

Head of Department OHS PT IMIP, Johny Semuel, mengatakan perusahaan juga memberikan bantuan alat pemadam api ringan (APAR) kepada kantor-kantor desa serta menyiagakan armada mobil pemadam kebakaran dan ambulans yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila terjadi keadaan darurat maupun bencana.

"Melalui program ini kami ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar kawasan industri, baik dalam aspek kesehatan, keselamatan, maupun kesiapsiagaan menghadapi bencana, " katanya.

Komitmen ESG IMIP semakin penting seiring diberlakukannya Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa sejak Januari 2026. Kebijakan tersebut mengharuskan industri yang ingin memasuki pasar ekspor Eropa memenuhi standar lingkungan, hak asasi manusia, serta ketertelusuran rantai pasok yang semakin ketat.

Sebagai respons terhadap kebijakan tersebut, IMIP telah menyusun laporan ESG berdasarkan berbagai standar internasional, seperti Global Reporting Initiative (GRI), International Sustainability Standards Board (ISSB), Responsible Minerals Initiative (RMI), OECD Due Diligence Guidance, ISO 14064, ISO 14067, ISO 50001, hingga prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan International Labour Organization (ILO).

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan Responsible Supply Chain Due Diligence System yang mencakup seluruh rantai nilai guna memastikan sistem ketertelusuran (traceability) berjalan sesuai standar global.

Yulius menegaskan bahwa transformasi menuju industri rendah karbon memang membutuhkan investasi besar serta penyesuaian operasional. Oleh karena itu, roadmap ESG IMIP hingga 2030 juga diarahkan pada penguatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), riset dan pemetaan sosial, penyelarasan dengan pembangunan daerah, serta peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar kawasan industri.

"Pada tahun 2030, kami menargetkan masyarakat yang tangguh, berdaya saing di tengah ekosistem sosial dan lingkungan yang lestari, " tutup Yulius.

Melalui penerapan ESG secara menyeluruh, IMIP berharap dapat terus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri hilirisasi nikel dan rantai pasok global baterai kendaraan listrik, sekaligus membuktikan bahwa industri nasional mampu tumbuh secara berkelanjutan, kompetitif, dan memenuhi standar internasional.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |