MOROWALI Sulawesi Tengah– PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menegaskan komitmennya terhadap transparansi, pengembangan sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui kesepakatan bersama yang dicapai dengan Aliansi Aspirasi Karyawan dan Masyarakat Sekitar Industri (A2KAMSI), Rabu (17/6/2026).
Kesepakatan tersebut lahir setelah berlangsungnya aksi penyampaian aspirasi dan dialog terbuka antara perwakilan PT Vale IGP Morowali dan A2KAMSI. Pertemuan itu menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat, khususnya terkait ketenagakerjaan, pemberdayaan lokal, serta tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.
Dalam dialog tersebut, A2KAMSI menyampaikan sejumlah tuntutan yang mewakili aspirasi masyarakat dan tenaga kerja lokal. Tuntutan itu meliputi perbaikan sistem pengupahan tenaga kerja lokal, keterbukaan hasil evaluasi tuntutan 13 desa pemberdayaan, evaluasi terhadap divisi procurement, peningkatan keterlibatan tenaga kerja lokal pada posisi strategis perusahaan, hingga penyediaan pelatihan gratis bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menanggapi hal tersebut, PT Vale IGP Morowali menyatakan komitmennya untuk terus membangun komunikasi yang konstruktif serta meningkatkan peran masyarakat lokal dalam berbagai aspek operasional perusahaan.
Salah satu poin penting yang disepakati adalah optimalisasi fungsi Grievance House sebagai wadah pengaduan bagi pekerja yang menemukan adanya dugaan pelanggaran upah di bawah ketentuan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Morowali. Melalui mekanisme tersebut, perusahaan berharap setiap persoalan ketenagakerjaan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan transparan.
PT Vale juga menjelaskan bahwa serapan tenaga kerja lokal dari 13 desa pemberdayaan saat ini telah mencapai lebih dari 40 persen. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan keterlibatan tenaga kerja lokal dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Selain itu, perusahaan menegaskan akan mengawal penerapan komposisi tenaga kerja sebesar 70 persen lokal dan 30 persen nonlokal sepanjang tenaga kerja lokal yang dibutuhkan tersedia dan memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan.
Dalam aspek tata kelola perusahaan, PT Vale menyatakan akan melakukan evaluasi dan investigasi internal terhadap berbagai masukan yang disampaikan terkait divisi procurement. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada A2KAMSI sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas perusahaan kepada masyarakat.
Perusahaan juga berkomitmen melakukan evaluasi terhadap sistem tender agar berjalan lebih terbuka, adil, dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Sebagai tindak lanjut, PT Vale akan memanggil tiga asosiasi kontraktor guna membahas pemerataan pemberdayaan kontraktor lokal dalam berbagai proyek perusahaan.
Komitmen pemberdayaan lokal juga diwujudkan melalui dukungan terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia. PT Vale menyatakan siap mengoordinasikan pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi gratis bagi masyarakat yang membutuhkan keterampilan khusus untuk memasuki dunia kerja industri.
Terkait peluang karier tenaga kerja lokal, perusahaan mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 22 pekerja lokal yang telah menjadi karyawan PT Vale sejak angkatan pertama. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menduduki posisi strategis di masa mendatang sesuai kompetensi dan kinerja masing-masing.
Pada sektor pendidikan, PT Vale turut membuka ruang pembahasan terkait program beasiswa bagi putra-putri daerah hingga jenjang magister (S2) dan doktoral (S3). Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dari wilayah lingkar tambang.
Selain itu, perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk lebih melibatkan pelaku UMKM lokal dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mendukung aktivitas operasional perusahaan sehingga manfaat kehadiran industri dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Perwakilan PT Vale IGP Morowali, Goenawan Kukuh, menegaskan bahwa perusahaan akan terus mengedepankan dialog dan keterbukaan dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
"Kesepakatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan masyarakat. PT Vale IGP Morowali akan terus mendorong transparansi, pemberdayaan lokal, serta pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan, " ujar Goenawan.
Sementara itu, A2KAMSI menyambut baik hasil dialog dan kesepakatan yang telah dicapai. Organisasi tersebut berharap seluruh poin yang telah disepakati dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan demi terciptanya hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat.
Koordinator Lapangan A2KAMSI, Muh. Fauzan Muin, mengapresiasi keterbukaan PT Vale IGP Morowali dalam menerima berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dan tenaga kerja lokal.
"Kami berharap seluruh poin yang telah disepakati dapat diwujudkan secara nyata. Yang terpenting adalah bagaimana hasil kesepakatan ini mampu memberikan manfaat bagi masyarakat lokal, baik melalui kesempatan kerja, pengembangan usaha lokal, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia, " kata Fauzan.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Goenawan Kukuh yang mewakili PT Vale IGP Morowali dan Muh. Fauzan Muin selaku Koordinator Lapangan A2KAMSI. Penandatanganan itu menjadi simbol komitmen kedua belah pihak untuk terus mengedepankan dialog, transparansi, dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional PT Vale.
Melalui kesepakatan ini, PT Vale IGP Morowali dan A2KAMSI berharap dapat memperkuat sinergi antara perusahaan dan masyarakat, sekaligus menciptakan iklim hubungan industrial yang harmonis serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Morowali.

















































