PT Vale Ajukan Revisi RKAB Usai Kuota Tambang Bahodopi dan Pomalaa Dipangkas

4 hours ago 6

JAKARTA, Indonesiasatu.co.id– PT Vale Indonesia Tbk mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 setelah kuota produksi bijih nikel untuk tambang Bahodopi dan Pomalaa mengalami pemangkasan dari rencana awal perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keberlanjutan operasional perusahaan sekaligus menjaga pasokan bahan baku bagi proyek hilirisasi yang tengah berjalan di dua wilayah tersebut.

Direktur dan Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, mengatakan kuota produksi yang telah disetujui pemerintah saat ini belum mencukupi kebutuhan perusahaan sepanjang tahun 2026. Menurutnya, alokasi yang diberikan baru sekitar 30 persen dari rencana awal perusahaan.

“Karena itu kami akan mengajukan revisi RKAB pada evaluasi berikutnya agar kebutuhan operasional dan proyek strategis tetap berjalan sesuai target, ” ujarnya belum lama ini di Jakarta.

Berdasarkan alokasi yang disetujui, tambang Bahodopi di Morowali, Sulawesi Tengah, memperoleh kuota produksi sebesar 2, 31 juta ton, jauh lebih rendah dibanding usulan awal sebesar 8, 8 juta ton.

Sementara itu, tambang Pomalaa di Sulawesi Tenggara mendapat kuota sebesar 5, 8 juta ton dari target semula 18, 06 juta ton.

Pemangkasan kuota tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kesiapan pasokan bahan baku untuk proyek pengolahan nikel yang tengah dikembangkan PT Vale. Saat ini perusahaan sedang mempercepat pembangunan proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pomalaa serta proyek smelter di Bahodopi.

Khusus proyek Pomalaa, perusahaan menargetkan penyelesaian konstruksi pada Agustus 2026 sehingga membutuhkan ketersediaan ore nikel yang cukup beberapa bulan sebelumnya.

Meski begitu, PT Vale memastikan operasional produksi nikel matte di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tidak terdampak pemangkasan RKAB karena telah memperoleh persetujuan sesuai kebutuhan produksi.

Perusahaan berharap pemerintah dapat mempertimbangkan revisi RKAB pada tahap evaluasi selanjutnya agar target hilirisasi nasional, peningkatan nilai tambah mineral, serta kesinambungan investasi tetap terjaga.

PT Vale juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program hilirisasi nasional melalui pengembangan proyek strategis di Bahodopi dan Pomalaa sebagai bagian dari penguatan industri nikel Indonesia.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |