Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani saat berbincang dengan PJU serta AKBP Rise Sandiyantanti dan Kombes Pol Arya Perdana.
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, memimpin langsung kegiatan bersih-bersih di kawasan wisata Pantai Losari, Jumat (5/2/2026) pagi.
Kegiatan tersebut melibatkan ratusan personel kepolisian bersama jajaran Polres, termasuk Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Rise Sandiyantanti dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana.
Perintah Langsung Presiden Prabowo
Djuhandhani menyampaikan, aksi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian serius terhadap persoalan kebersihan, khususnya di kawasan destinasi wisata.
“Pada kesempatan pagi hari ini saya menindaklanjuti salah satu kebijakan Bapak Presiden. Kemarin kami dikumpulkan di Sentul, dan salah satu yang beliau soroti adalah persoalan kebersihan,” ujar Djuhandhani kepada awak media.
Dijelaskan Djuhandhani, Presiden menilai masih banyak destinasi wisata di berbagai daerah yang dipenuhi sampah.
Karena itu, pemerintah daerah bersama TNI dan Polri diminta turut ambil bagian menjaga kebersihan lingkungan.
“Oleh karena itu, seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri diperintahkan untuk peduli terhadap kebersihan,” lanjutnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Kapolda Sulsel menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian di wilayah hukumnya untuk melaksanakan bakti sosial berupa pembersihan lingkungan.
“Saya perintahkan seluruh jajaran, para Kapolres di wilayah Sulsel, untuk melaksanakan bakti sosial dengan membersihkan sampah-sampah di tempat umum, destinasi wisata, dan lokasi lainnya,” tegasnya.
Pantai Losari Ikon Wisata
Pantai Losari dipilih sebagai lokasi awal karena merupakan ikon wisata Kota Makassar yang dikenal luas, baik secara nasional maupun internasional.
“Kita ketahui bersama, sebelum saya dinas di sini, yang dikenal dari Makassar adalah Pantai Losari. Saya juga melihat sudah ada kepedulian dari masyarakat, tetapi kita perlu mengingatkan kembali agar kesadaran itu terus terjaga,” katanya.
Djuhandhani juga mengungkapkan cerita dari tokoh-tokoh masyarakat yang menggambarkan kondisi Pantai Losari di masa lalu.
“Dulu laut di sini bersih, tidak ada sampah. Bahkan masyarakat bisa berenang karena airnya jernih. Sekarang kondisinya tentu sudah berbeda,” ungkapnya.
400 Personel Dikerahkan
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 400 personel kepolisian dikerahkan khusus di wilayah Makassar.
Ke depan, kegiatan serupa akan dijadikan program rutin dan terintegrasi dengan agenda internal kepolisian.
“Ini akan menjadi program kami. Setiap Selasa dan Jumat biasanya ada kegiatan olahraga. Nanti akan kami atur, apakah digabung dengan kegiatan bersih-bersih atau korve,” jelasnya.
Ia menegaskan, program kebersihan ini tidak hanya difokuskan di Pantai Losari, tetapi juga akan menyasar lokasi lain yang dinilai membutuhkan perhatian.
“Kami akan melihat tempat-tempat lain yang menjadi target pembersihan,” katanya.
Djuhandhani kemudian mengajak seluruh masyarakat Makassar untuk bersama-sama menjaga kebersihan kota.
“Saya yang orang Jawa ingin melihat Makassar indah. Saya merasa memiliki Makassar sepenuh hati. Mari kita jaga kota ini agar tetap indah, aman, dan tertib,” kuncinya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































