Langkah Strategis PT Vale, Blok Bahodopi Mulai Beri Kontribusi Bisnis

5 hours ago 3

MOROWALI, Sulawesi Tengah– PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat strategi bisnisnya melalui diversifikasi sumber pendapatan. Salah satu langkah strategis yang mulai menunjukkan hasil adalah penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi, yang kini mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja operasional dan keuangan perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, PT Vale mencatat penjualan bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi dan Pomalaa dengan total mencapai sekitar 2, 31 juta wet metric tons (wmt). Dari jumlah tersebut, Blok Bahodopi memberikan kontribusi terbesar, sehingga menjadi sumber pendapatan baru bagi perusahaan di luar produksi utama nikel dalam matte.

Langkah ini dinilai sebagai bagian penting dari strategi perusahaan dalam memperluas portofolio bisnis. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya di Bahodopi, PT Vale tidak hanya mengandalkan produksi nikel matte sebagai produk utama, tetapi juga membuka peluang bisnis baru melalui penjualan bijih nikel.

Kehadiran Blok Bahodopi juga memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok industri nikel yang terus berkembang, terutama seiring meningkatnya permintaan global terhadap bahan baku untuk industri baterai kendaraan listrik dan teknologi energi bersih.

Di sisi lain, kinerja operasional PT Vale sepanjang tahun 2025 tetap menunjukkan tren positif. Perusahaan mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 72.027 metrik ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 71.311 ton. Peningkatan produksi ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keandalan operasional di tengah berbagai tantangan industri.

Selain produksi, volume pengiriman nikel matte juga tercatat mencapai 73.093 ton, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut turut menopang kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun.

Sepanjang 2025, PT Vale membukukan pendapatan sebesar US$990, 2 juta, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih perusahaan tercatat sebesar US$76, 1 juta, atau naik sekitar 32 persen dibandingkan tahun 2024.

Peningkatan laba ini didukung oleh stabilitas operasional perusahaan, peningkatan volume produksi dan pengiriman, serta upaya efisiensi biaya yang terus dilakukan. PT Vale juga berhasil menjaga biaya kas penjualan pada tingkat kompetitif, yang menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kinerja perusahaan di tengah fluktuasi harga komoditas.

Selain memperluas sumber pendapatan melalui Bahodopi, perusahaan juga terus melanjutkan pengembangan berbagai proyek strategis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Salah satu proyek utama berada di Pomalaa, yang saat ini telah mencapai sekitar 60 persen tahap pengembangan tambang.

Di samping itu, proyek pengolahan nikel berbasis teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) juga terus menunjukkan kemajuan dengan capaian sekitar 50 persen tahap konstruksi. Proyek ini menjadi bagian penting dari upaya perusahaan dalam mendukung pengembangan industri hilirisasi nikel di Indonesia.

Untuk mendukung berbagai proyek tersebut, PT Vale juga meningkatkan investasi sepanjang tahun 2025. Perusahaan mengalokasikan belanja modal sekitar US$485, 9 juta, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$332, 1 juta.

Dengan kontribusi awal dari Blok Bahodopi serta berbagai proyek pengembangan yang terus berjalan, PT Vale optimistis dapat memperkuat fondasi bisnisnya sekaligus mendukung pertumbuhan industri nikel nasional di masa mendatang.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |