Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- PDI Perjuangan menanggapi pernyataan beberapa pejabat tinggi negara yang menyebut dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kurangi program dan anggaran Pendidikan 2026.
Terbaru adalah pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam menanggapi isu terkait pengurangan anggaran pendidikan dikarenakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Teddy menegaskan, tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya.
Ia memastikan anggaran dan program pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah dan terus ditingkatkan untuk mendorong kualitas sumber daya manusia.
PDI Perjuangan lantas mengungkap data dan membantah pengingkaran tersebut dengan menyajikan fakta bahwa dana MBG 2026 Rp 223,5 triliun mengambil porsi Anggaran Pendidikan 2026.
Rincian dana dan alokasi anggaran termaktub dalam Perpres No 118 tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo.
"Jadi aneh, kalau beberapa pejabat itu malah mengingkari sumber pendanaan MBG dari Anggaran Pendidikan. Selain Perpres itu sudah lama terbit, juga sudah banyak diberitakan media massa," kata Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, dalam keterangannya di X, dilansir pada Senin (2/3/2026).
Guntur Romli mengatakan, melalui Konferensi Pers tanggal 25 Februari 2026 di Sekolah Partai, PDI Perjuangan meluruskan pemutarbalikkan fakta, bahwa sumber dana MBG memang dari Anggaran Pendidikan.















































