Fajar.co.id — Dunia usaha di Indonesia tengah menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian yang semakin kuat. Hasil survei akhir 2025 dari APINDO mengungkapkan bahwa sebanyak 67% perusahaan tidak berencana merekrut pegawai baru dalam waktu dekat.
Temuan ini memunculkan kekhawatiran akan melambatnya aktivitas ekonomi sekaligus menyempitnya peluang kerja bagi masyarakat.
APINDO dalam keterangannya menyebutkan bahwa kondisi ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Mayoritas pelaku usaha saat ini masih fokus menjaga stabilitas bisnis dan efisiensi operasional, bukan melakukan ekspansi.
Berdasarkan hasil survei tersebut, hanya sebagian kecil perusahaan yang masih membuka peluang rekrutmen. Sisanya memilih untuk menahan penambahan tenaga kerja karena berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian ekonomi global hingga penurunan daya beli masyarakat.
Pelaku usaha saat ini dinilai lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis. Mereka cenderung menunggu kondisi ekonomi yang lebih stabil sebelum melakukan ekspansi, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja.
Dampak Langsung bagi Pencari Kerja
Kondisi ini tentu membawa dampak signifikan bagi para pencari kerja, terutama lulusan baru (fresh graduate). Dengan semakin terbatasnya lowongan pekerjaan, tingkat persaingan di pasar tenaga kerja dipastikan akan meningkat tajam.
Fenomena ini terlihat jelas dalam berbagai bursa kerja (job fair) yang digelar di sejumlah kota besar. Ribuan pencari kerja memadati lokasi acara, berharap mendapatkan kesempatan dari perusahaan yang membuka lowongan terbatas.

















































