Ada Apa? PDIP Soroti Telegram Panglima TNI soal Siaga 1

11 hours ago 9
Guntur Romli

FAJAR.CO.ID - Beredarnya telegram internal Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang memerintahkan jajaran TNI untuk berada dalam status Siaga 1 memicu sorotan dari berbagai pihak, khususnya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Telegram tersebut, yang dikeluarkan pada 1 Maret 2026 dan ditandatangani Asisten Operasi Panglima TNI Bobby Rinal Makmun, hingga kini belum disertai penjelasan resmi mengenai latar belakang dan tujuan penerbitannya.

Juru bicara DPP PDIP, Mohamad Guntur Romli, melalui unggahan di media sosial Threads pada Jumat (6/3/2026), secara singkat mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut.

"Ada apa?" tulis Guntur Romli dalam unggahannya.

Telegram Siaga 1 Jadi Perbincangan Publik

Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang memerintahkan status Siaga 1 bagi seluruh jajaran TNI itu menjadi ramai diperbincangkan setelah dilaporkan sejumlah media, termasuk Republika. Status Siaga 1 sendiri biasanya menandakan peningkatan kewaspadaan militer terhadap potensi ancaman keamanan nasional atau situasi strategis tertentu.

Kendati demikian, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci alasan di balik peningkatan status kesiapsiagaan ini, sehingga menimbulkan spekulasi di masyarakat.

Desakan Transparansi dari Publik dan PDIP

Menanggapi hal tersebut, Guntur Romli menegaskan perlunya penjelasan transparan dari pihak TNI agar masyarakat tidak salah paham atau terjebak dalam spekulasi yang tidak perlu.

"Jika benar status siaga dinaikkan, maka harus ada penjelasan yang jelas dan terbuka kepada publik," katanya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |