Kolase foto wajah di ijazah dan wajah Jokowi saat masih muda.
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengacara Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin, menyebut bahwa tanda kekalahan Presiden ke-7, Jokowi, dalam kasus ijazah palsu itu mudah dibaca.
Dikatakan Ahmad, sikap Jokowi yang terkesan lari dari substansi, mainkan isu lain untuk mengalihkan, pecah belah dan adu domba, hingga menghindari persidangan menjadi bukti.
Melakukan Pengalihan Isu
"Jokowi berusaha mengalihkan isu pada kasus ijazah palsu melalui sejumlah isu pengalihan. Dulu, mainkan isu ada orang besar dan partai besar dibalik perjuangan membongkar ijazah palsu," ujar Ahmad kepada fajar.co.id, Jumat (27/3/2026).
Setelah gagal menggiring isu tersebut, kata Ahmad, kali ini kubu Jokowi diduga memainkan isu aliran duit miliaran di kasus ijazah palsu.
"Dengan hanya bermodal narasi dan akun serta narator anonim," sebutnya.
Memanfaatkan Rismon sebagai Alat Menyerang
Lanjut Ahmad, jika sebelumnya kubu Jokowi menyerang menggunakan relawan hingga membuat Partai Demokrat geram, kali ini sedikit berbeda.
"Sekarang, memanfaatkan kesalahan dan kepengecutan Rismon Sianipar. Salah karena ijazah S2 dan S3 bermasalah, pengecut karena langsung ciut dan langsung mendeklarasikan diri sebagai Termul pengkhianat," sesalnya.
Karena belum ada klarifikasi, Ahmad menduga Rismon telah didesain layaknya robot yang dikontrol langsung dari Solo.
"Langsung tancap gas menyerang Roy Suryo cs. Kelak, jika batere sudah habis, Rismon juga akan segera menjadi barang rongsokan, dan kasus ijazah palsunya akan digulirkan sebagai ajang untuk prosesi penumbalan," tukasnya.

















































