Akademisi Qatar Sebut Trump Ingin Gulingkan Kawasan Teluk, Bukan Hanya Iran, Dampak Ekonomi dan Politik yang Mengkhawatirkan

4 hours ago 4

FAJAR.CO.ID, QATAR -- Akademisi Qatar, Naif bin Nahar, mengungkapkan bahwa tujuan utama Donald Trump bukan sekadar menggulingkan rezim Iran, melainkan seluruh wilayah Teluk. Strategi ini menurutnya adalah bagian dari rencana besar yang lebih luas untuk mengubah tatanan politik dan ekonomi kawasan tersebut.

Naif bin Nahar menegaskan bahwa selama lebih dari 20 hari, rudal-rudal Iran telah menghujani negara-negara Teluk, menyebabkan kerugian mencapai puluhan miliar dolar. Namun, Trump tetap tidak mengubah keputusannya meskipun situasi itu terus berlanjut.

Fokus Amerika pada Kepentingan Pasar dan Energi

"Saya tidak khawatir tentang Teluk… Saya khawatir tentang pasar Amerika," kata Naif bin Nahar dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform X, dikutip Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa Trump menunda serangan terhadap sektor energi Iran bukan karena belas kasihan atau takut perang besar, melainkan karena khawatir dampaknya pada harga pasar dan ekonomi domestik Amerika.

Akademisi tersebut juga menyoroti bahwa kerugian yang dialami negara-negara Teluk justru menguntungkan perusahaan gas Amerika yang mendapat keuntungan dari tingginya permintaan dan harga energi global. "Kerugian di Teluk = Keuntungan bagi Amerika!" bebernya.

Peringatan yang Diabaikan dan Dampak pada Teluk

Menurut Naif bin Nahar, Menteri Energi Qatar telah memperingatkan bahwa jika ladang gas di Iran diserang, tanggapannya akan berupa serangan balasan ke ladang gas di Teluk. Namun, Amerika tidak mengindahkan peringatan ini dan membiarkan negara-negara Teluk menghadapi konsekuensi sendiri.

Lebih jauh, Naif menegaskan bahwa masyarakat Teluk dianggap tidak bernilai oleh kebijakan yang dijalankan Trump. "Baginya, masyarakat Teluk tidak bernilai setong minyak pun," terangnya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |