Anies Baswedan dan Prabowo Subianto
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan calon presiden Indonesia, Anies Rasyid Baswedan, bicara terkait meningkatnya kehilangan hutan di Indonesia yang disebut melonjak besar sepanjang 2025.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai peringatan serius yang harus segera mendapat perhatian pemerintah.
Dikatakan Anies, lonjakan deforestasi tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa.
Menurutnya, situasi tersebut merupakan alarm bagi semua pihak, terutama dalam menjaga komitmen perlindungan lingkungan.
Anies menegaskan bahwa meningkatnya kehilangan hutan harus menjadi perhatian bersama. Ia mengingatkan pentingnya langkah konkret untuk menahan laju deforestasi.
“Ini adalah alarm yang perlu jadi perhatian," ujar Anies dikutip fajar.co.id, Rabu (1/4/2026).
Ia juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat berada di Jepang mengenai pentingnya perlindungan hutan.
Kata Anies, komitmen tersebut perlu diterjemahkan dalam kebijakan nyata.
“Bapak Presiden di Jepang baru saja mengatakan kita harus melindungi hutan," tukasnya.
Anies turut menaruh perhatiannya terhadap pentingnya langkah pemulihan melalui penanaman kembali hutan secara besar-besaran.
“Bahkan reforestasi masif, karena Indonesia adalah paru-paru bumi," tegasnya.
Anies bilang, peringatan tersebut mestinya menjadi perhatian pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga korporasi yang memiliki aktivitas di kawasan hutan.
“Semoga jadi perhatian jajaran beliau, pemerintah daerah, serta korporasi-korporasi yang mengeksploitasi hutan kita," kuncinya.
















































