Anwar Ibrahim Desak Pakistan dan Afghanistan Menahan Diri, Iran Tawarkan Mediasi

12 hours ago 9
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim

FAJAR.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi memburuk antara dua negara muslim bertetangga, Pakistan dan Afghanistan.

"Saya melihat dengan keprihatinan serius eskalasi permusuhan antara Pakistan dan Afghanistan, yang dalam beberapa hari terakhir telah melihat operasi militer lintas batas, dan deklarasi konflik terbuka antara dua negara tetangga Muslim," kata Anwar Ibrahim melalui pesan di akun media sosialnya, Jumat (27/2).

Dia menyebut, hilangnya nyawa di kedua belah pihak adalah sumber kesedihan yang mendalam. Aplaagi, kekerasan di antara kedua negara tersebut berlangsung selama bulan Ramadan. Hal itu tentu saja membuatnya semakin menyedihkan.

Karena itu, Pemerintah Malaysia meminta Pakistan dan Afghanistan untuk menahan diri secara maksimal dan menghentikan semua operasi militer segera. Kekhawatiran keamanan yang sah dari Pakistan harus ditangani. Sama halnya, kedaulatan dan integritas teritorial Afghanistan harus dihormati. "Kedua imperatif ini tidak dalam kontradiksi. Mereka hanya bisa didamaikan di meja perundingan," tandasnya.

Dia lantas berharap keselamatan warga sipil akibat konflik yang terjadi di kedua negara tersebut. "Kami berdoa untuk keselamatan semua warga sipil yang terjebak dalam konflik ini, dan untuk kebijaksanaan para pemimpin di kedua belah pihak untuk memilih perdamaian," imbuh Anwar Ibrahim.

Iran Tawarkan Mediasi

Pada bagian lain, Pemerintah Republik Islam Iran menyatakan kesiapan untuk membantu mengorganisir negosiasi yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dalam konflik Afghanistan-Pakistan.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |