Apakah Puasa Tetap Sah Jika Junub Sesudah Subuh?

4 days ago 9
Ilustrasi mandi

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Hukum puasa saat masih junub sering menjadi pertanyaan umat Islam, terutama di bulan Ramadan. Banyak yang khawatir puasanya tidak sah jika belum mandi wajib saat waktu Subuh tiba.

Junub sendiri merupakan keadaan seseorang yang wajib mandi besar karena hadas besar. Kondisi ini biasanya terjadi setelah berhubungan suami istri atau keluar mani.

Pertanyaannya, apakah puasa tetap sah jika seseorang masih junub ketika azan Subuh berkumandang? Jawaban atas hal ini telah dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Salah satu rujukan utama adalah hadis yang terdapat dalam Sahih Muslim. Hadis ini menjadi pegangan kuat dalam pembahasan hukum puasa dan junub.

Dalam hadis tersebut, Aisyah RA dan Ummu Salamah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub. Setelah itu, beliau mandi dan tetap melanjutkan puasanya.

"Sungguh Rasulullah pernah memasuki waktu fajar di bulan Ramadan sedang beliau dalam keadaan junub bukan karena mimpi, maka mandilah beliau dan kemudian berpuasa." (HR. Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi SAW tidak membatalkan puasanya meski belum mandi wajib saat Subuh. Artinya, kondisi junub tidak otomatis membatalkan puasa.

Dikutip dari media sosial resmi Muhammadiyah, @TVMuhammadiyah, menegaskan puasa tetap sah. Sekalipun junub sesudah Subuh.

“Boleh banget! Rasulullah saw. sendiri pernah memasuki waktu fajar dalam keadaan junub, kemudian beliau mandi dan tetap menjalankan ibadah puasa,” tulis akun tersebut, dikutip Kamis (26/2/2026).

Read Entire Article
Rakyat news| | | |