AS Percepat Rencana Invasi Terarah ke Iran, Ancaman Perang Darat Makin Nyata

3 hours ago 3
Sebuah pesawat radar E-3 Sentry buatan Amerika mengalami kerusakan selama serangan rudal dan drone Iran yang menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi

FAJAR.CO.ID, NEW YORK - Pentagon Amerika Serikat tengah memajukan rencana untuk melakukan serangan darat terarah ke Iran, menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung di Asia Barat.

Rencana ini melibatkan operasi pasukan khusus dan unit infanteri konvensional, namun belum mencapai tahap invasi skala penuh. Presiden AS, Donald Trump masih meninjau proposal ini dan belum membuat keputusan final.

Trump sedang mempertimbangkan pengiriman tambahan 10.000 pasukan ke wilayah tersebut, yang akan bergabung dengan sekitar 3.000 pasukan terjun payung dan 5.000 Marinir AS yang sudah dikerahkan. Namun, para analis menilai bahwa peningkatan ini masih jauh dari cukup untuk keberhasilan operasi darat, yang pada dasarnya membutuhkan pengerahan hampir seluruh angkatan bersenjata AS, lebih dari 1,3 juta tentara.

Diskusi internal fokus pada operasi yang menargetkan Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, serta daerah pesisir di dekat Selat Hormuz. Unit Ekspedisi Marinir ke-31 dan ke-11, masing-masing berbasis di USS Tripoli dan USS Boxer, dipersiapkan untuk operasi amfibi dengan sekitar 2.500 personel per unit, lengkap dengan jet tempur, pesawat lepas landas vertikal Osprey, helikopter tempur, dan artileri.

Namun, paparan terhadap pertahanan udara Iran dan serangan drone dapat dengan cepat mengubah misi tersebut menjadi bencana. Pulau Kharg yang terletak lebih dari 300 mil di utara Selat Hormuz merupakan target strategis namun sangat berisiko, karena pasukan AS akan rentan terhadap serangan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang telah terlatih untuk menghadapi situasi semacam itu.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |