AS Tetapkan Bea Tarif Nol Persen untuk Sawit: Eropa Buntung Indonesia Untung?

2 weeks ago 36
Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Amerika Serikat (AS) menetapkan tarif bea masuk nol persen untuk komoditas minyak kelapa sawit mentah (CPO). Tertuang dalam Agreement on Reciprocal Tariff (ART).

Kebijakan ini dianggap akan mengubah konstalasi pasar sawit dunia. Mengingat keran ekspor langsung ke AS yang terbuka lebar.

Itu yang diungkapkan Direktur Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung. Menurutnya, regulasi itu bisa menekan posisi Eropa.

Pasalnya, ekspor dari negara seperti Indonesia. Bisa langsung ke AS tanpa melalui eropa.

“Peta politik perdagangan berubah pasca Donald Trump. AS membuka pasarnya dengan tarif nol persen untuk sawit. Ini tentu mengancam posisi Eropa, karena volume perdagangan bisa langsung mengalir ke AS,” kata Tungkot di Jakarta, Selasa (10/2/2026) dikutip dari Kompas.

Tungkot mengatakan, selama ini eropa menerima sawit Indonesia karena sebagian diekspor kembali ke AS dan negara lain. Regulasi tersebut, membuat sawit dari Indonesia bisa masuk AS langsung.

“Ini soal dagang, bukan semata soal keberlanjutan. Eropa tidak konsisten dalam isu sustainability,” terangnya.

Menurutnya, industri sawit nasional dan pemerintah Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR), yakni regulasi Uni Eropa untuk mencegah masuknya produk yang terkait deforestasi.

Karenanya, dia menlai kebijakan tersebut berdampak baik untuk Indonesia. Apalagi mengingat Indonesia punya pasar domestik melalui kebijakan mandatori B40.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |