Airlangga Hartarto
FAJAR.CO.ID - Pemerintah berencana menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu usai Lebaran 2026 sebagai upaya menghemat konsumsi energi, terutama bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini diharapkan dapat memangkas penggunaan energi hingga sekitar 20 persen pada hari tersebut.
Rencana Kebijakan dan Implementasi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kebijakan WFH ini akan segera diberlakukan setelah Lebaran mendatang.
"WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan," katanya di Jakarta.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tetapi juga diimbau untuk sektor swasta, dengan pengecualian layanan publik.
"(WFH berlaku untuk) ASN maupun imbauan untuk swasta, tetapi bukan pelayanan publik," jelasnya.
Efektivitas dan Kritik Kebijakan
Meskipun pemerintah mengklaim penghematan energi cukup signifikan, sejumlah pengamat menilai bahwa pengurangan mobilitas hanya satu hari dalam seminggu berpotensi memberikan dampak yang terbatas. Jika dihitung secara mingguan, penghematan energi bisa jauh lebih kecil dibandingkan klaim harian.
Langkah ini dinilai sebagai kompromi yang cukup aman secara politik, namun belum tentu efektif secara ekonomi. Pemerintah tampak ingin menekan konsumsi BBM tanpa mengganggu produktivitas, tetapi kebijakan ini belum menyentuh akar persoalan seperti ketergantungan pada transportasi berbasis BBM, minimnya transportasi publik di banyak daerah, serta pola kerja konvensional yang belum berubah secara signifikan.

















































