FAJAR.CO.ID — Polemik hasil survei yang menyebut kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia “seret” memicu reaksi keras dari Idrus Marham. Ia menilai hasil tersebut tak sejalan dengan fakta di lapangan, bahkan berpotensi menyesatkan persepsi publik terhadap kinerja sektor energi nasional.
Hasil survei Lembaga Survei Studi Indonesia Raya (LSSIR) yang menempatkan Bahlil Lahadalia dalam kategori “bermasalah” memantik respons keras dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham.
Ia menegaskan, penilaian terhadap kinerja menteri tidak boleh dilepaskan dari fakta objektif dan capaian nyata di lapangan.
“Survei itu sah-sah saja, tapi tidak boleh bertentangan dengan akal sehat dan fakta. Kita harus objektif dalam melihat kinerja pemerintah,” ujar Idrus, Senin (13/4/2026).
Survei tersebut memang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto masih tinggi di angka 70,5 persen. Namun, di saat yang sama, muncul catatan kritis terhadap sejumlah menteri, termasuk Bahlil, yang disorot terkait konsistensi kebijakan, transparansi, hingga isu integritas.
Bahlil Dinilai Ujung Tombak Energi Nasional
Menanggapi hal itu, Idrus justru menilai Bahlil merupakan salah satu menteri yang berada di garis terdepan dalam menjalankan visi besar Presiden, khususnya dalam membangun ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Ia menekankan, sesuai kebijakan pembangunan Presiden Prabowo, masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek, bukan sekadar objek. Dalam konteks ini, Bahlil dinilai menjalankan strategi tersebut melalui pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya energi, termasuk sektor pertambangan.


















































