Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkap soal sumber impor minyak mentah, Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga Liquefied Petroleum Gas (LPG)
Bahlil menjelaskan bahwa kondisi cadangan energi di dalam negeri saat ini berada di atas batas minimal standar nasional.
Ia membeberkan bahwa pemerintah telah menyusun strategi diversifikasi rantai pasok dari berbagai negara agar tidak terpaku pada satu kawasan yang terimbas kondisi geopolitik.
"Jadi total LPG kita dari 100% dari 7,6 juta impor itu 70% sampai 75% kita ambil dari Amerika. 20% dari Middle East sisanya dari negara lain seperti Australia," ungkapnya
Untuk mengamankan pasokan LPG, pemerintah melakukan diversifikasi impor dengan mengamankan kontrak dengan Amerika Serikat dan memperbanyak kargo dari negara sekitar.
Terbarunya, Bahlil mengatakan akan ada tambahan dua kargo LPG dari Australia pada akhir bulan ini.
Kemudian nantinya akan disusul pasokan kargo lanjutan pada awal Maret guna mengamankan stok hingga April
"Nah yang kita impor dari Middle East itu Bapak adalah crude-nya. Jadi minyak mentahnya itu 20% memang dari Middle East. Sisanya kita dapat dari Angola, Nigeria, Brasil kemudian sebagian Amerika, sebagian dari Malaysia,” kata Bahlil
Lebih jauh, ia mengatakan dengan tegas impor BBM untuk Indonesia tidak berasal dari Middle East atau Timur Tengah.
Impor dari Negara Asia Tenggara
Sementara itu, untuk impor BBM untuk Indonesia disebut justru berasal dari beberapa negara yang berada di Asia Tenggara.
















































