Salah satu menu MBG yang viral di media sosial.
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan terkait penggunaan anggaran pendidikan.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, mengakui bahwa dana MBG memang bersumber dari anggaran pendidikan, namun menegaskan alasan kuat di balik keputusan tersebut.
"Secara faktual, masuknya MBG di anggaran pendidikan memang memiliki alasan yang kuat yakni karena penerima MBG adalah siswa yang menjadi bagian terpenting dari sistem pendidikan," katanya saat ditemui wartawan, Rabu, 4 Maret 2026.
Klarifikasi dari Sekretaris Kabinet soal Anggaran Pendidikan dan MBG
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan penegasan berbeda mengenai dampak MBG terhadap anggaran pendidikan. Ia memastikan bahwa program MBG tidak mengganggu program dan anggaran pendidikan yang sudah berjalan.
"Saya mau jawab narasi keliru, apakah Program MBG ini mengurangi program dan anggaran pendidikan saya jawab tidak," jelasnya dalam pernyataan kepada wartawan pada Jumat, 27 Februari 2026.
Lebih lanjut, Teddy menambahkan bahwa di bawah pemerintahan Prabowo, sejumlah program pendidikan tetap dipertahankan bahkan ada yang bertambah, seperti Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar. Khusus program baru, pemerintah meluncurkan Sekolah Rakyat untuk menampung anak-anak yang tidak bisa atau putus sekolah.
Perkembangan Infrastruktur dan Kualitas Pendidikan
Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah pada tahun lalu mencapai 166 unit dengan kapasitas menampung 16 ribu hingga 20 ribu siswa, dan rencana pembangunan 100 sekolah tambahan pada tahun ini. Teddy menerangkan, anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat mendapatkan fasilitas penginapan, pendidikan, makan bergizi, dan jaminan kesehatan.
















































