Besok Hari Perikanan Sedunia, KPPMPI Beri Saran Cara Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem Kawasan Pesisir

1 month ago 46
Pengendara roda dua melintas di sekitar dinding penahan ombak di Panimbang, Pandeglang, Banten, Jumat (17/2/2023). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Fajar.co.id, Jakarta — Hari perikanan sedunia diperingati setiap tanggal 21 November. Sehari menjelang peringatan tersebut Kesatuan Pelajar, Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) menyerukan penguatan peran pelabuhan perikanan sebagai ruang belajar dan pusat pengembangan kapasitas bagi pemuda pesisir. Dorongan ini muncul di tengah masih terbatasnya sarana dan prasarana dasar di kawasan pesisir.

Audit Sosial 2023–2025 yang dilakukan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) menunjukkan 41 persen rumah tangga di pesisir belum memiliki akses sanitasi aman, dan hanya 20 persen yang terhubung jaringan air bersih. Kondisi ini membuat pelabuhan perikanan menjadi satu-satunya fasilitas yang relatif layak dan aktif digunakan masyarakat.

“Jika kita ke kampung pesisir, terutama yang berada di kawasan perkotaan, pelabuhan perikanan adalah tempat paling nyaman dan aman. Nelayan, pedagang, hingga pelaku usaha perikanan sering memilih berkumpul di sana meski urusan bisnis sudah selesai,” ujar Ketua Umum KPPMPI, Hendra Wiguna.

Menurut Hendra, potensi itu dapat dimanfaatkan sebagai ruang penguatan kapasitas manusia pesisir, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Dengan infrastruktur yang relatif lebih baik dibanding fasilitas umum lainnya, pelabuhan perikanan dinilai layak menjadi pusat aktivitas pembelajaran bagi pemuda.

“Peningkatan kualitas manusia penting agar sektor perikanan dan kelautan kita mampu bersaing secara global. Semua harus mendapat kesempatan yang sama,” kata Hendra, melalui keterangan tertulisnya kepada fajar.co.id, Kamis (20/11/2025).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |