“Bluff Besar atau Jebakan Maut?” Ultimatum 48 Jam Trump ke Iran Berakhir Besok, Analis: AS Panik Cari Jalan Negosiasi

17 hours ago 7
Donald Trump

Fajar.co.id, Washington – Hanya tersisa beberapa jam lagi hingga ultimatum 48 jam Presiden Donald Trump kepada Iran berakhir besok pagi atau Rabu, 8 April 2026 pukul 07.00 WIB.

Meski di depan publik Trump melontarkan ancaman keras termasuk penyerangan terhadap infrastruktur sipil Iran, analis geopolitik Tengku Zulkifli Usman mengungkap bahwa di balik layar, Gedung Putih justru gencar melakukan pendekatan damai melalui berbagai saluran.

Menurut informasi yang terangkum, Trump terus berupaya membujuk Iran agar menerima ceasefire dan kembali ke meja dialog. Langkah itu dilakukan dengan melibatkan lima negara perantara serta delapan badan intelijen dari berbagai negara untuk mendekati Tehran.

“Trump bahkan bersedia mengganti negosiator kepercayaannya, Steve Witkoff, karena sosok tersebut dianggap terlalu dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sangat tidak disukai Iran di meja perundingan,” ujar Tengku Zulkifli Usman, analis yang dikenal vokal mengkritik dinamika Timur Tengah, Selasa (7/4/2026).

Tengku Zulkifli menilai langkah tersebut menunjukkan betapa besar tekanan yang sedang dihadapi Trump. Jika Iran tetap menolak negosiasi dan tidak tunduk meski sudah diupayakan banyak pihak, Trump berada di posisi sulit: melaksanakan ancamannya berarti berisiko menghancurkan reputasi Amerika Serikat di mata dunia internasional, terutama jika serangan menyasar infrastruktur sipil.

“Di sisi lain, eksekusi serangan berpotensi memicu balasan ekstrem dari Iran yang bisa langsung mengguncang pasar global, terutama harga minyak dan stabilitas ekonomi dunia,” tambahnya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |