Boikot ChatGPT Mencuat, Apa Alasannya?

9 hours ago 7
Jonathan Raa/NurPhoto via Getty Images

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Isu boikot ChatGPT mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Dihubungkan dengan kerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS).

Percakapan tentang boikot ini muncul di berbagai platform digital. Mulai dari X, Instagram, hingga forum komunitas teknologi.

Boikot tersebut bertajuk "Cancel ChatGPT" (Batalkan ChatGPT). Mengemuka setelah OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT bekerja sama dengan Departemen Perang AS.

CEO OpenAl Sam Altman juga telah mengumumkan kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) itu.

Hingga kini, lebih dari 1,5 juta orang telah terlibat dalam aksi boikot. Baik dengan membatalkan langganan ChatGPT, membagikan pesan kampanye di media sosial, maupun mendaftarkan dukungan melalui situs guitgpt.org.

CEO Anthropic Drio Amodei mengatkan, dirinya tidak dapat menyetujui permintaan Pentagon untuk mendapatkan akses tanpa batas ke sistem Al perusahaan.

"Dalam sejumlah kasus terbatas, kami percaya Al dapat merusak, alih-alih membela, nilai-nilai demokrasi. Beberapa penggunaan juga berada di luar batas kemampuan teknologi saat ini yang dapat dilakukan dengan aman dan andal," kata Amodei seperti dilansir laman Euronews, Kamis (5/3/2026).

Anthropic, pengembang chatbot Claude, menjadi satu-satunya perusahaan AI besar yang belum membuka teknologinya untuk jaringan internal militer Amerika Serikat. Jaringan itu sedang dikembangkan oleh pemerintah AS.

Perusahaan tersebut disebut menghadapi tenggat waktu dari United States Department of Defense. Pentagon meminta Anthropic melonggarkan pembatasan etika pada sistem AI miliknya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |