FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Nama Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, mendadak menjadi perbincangan publik usai ketahuan berangkat umrah saat bencana banjir bandang melanda wilayahnya.
Ia pun sontak menjadi bulan-bulanan publik. Apalagi, Mirwan sebelumnya menerbitkan surat resmi yang berisi pernyataan tidak mampu lagi menangani bencana yang terjadi.
Aktivis sosial, Palti Hutabarat, menyebut fenomena pemimpin yang meninggalkan rakyat saat mengalami musibah menunjukkan merosotnya empati pejabat publik terhadap masyarakat yang mereka pimpin.
"Banyak kepala daerah maupun anggota dewan sekarang memang tidak memiliki empati kepada rakyatnya," ujar Palti kepada fajar.co.id, Jumat (5/12/2025).
"Seolah-olah ketika selesai pemilu rakyat tidak lagi diperlukan,” tambahnya.
Ia menuturkan, sebagian pemimpin hanya memanfaatkan rakyat sebagai bahan legitimasi dalam kontestasi politik, namun abai ketika masyarakat membutuhkan kehadiran dan tindakan nyata.
“Pemimpin seperti ini biasanya pemimpin yang hanya menjadikan rakyat sebagai pijakan politik, tidak punya kepedulian nyata kepada rakyat,” kata Palti.
Palti kemudian menyinggung sikap Bupati Aceh Selatan Mirwan MS yang telah lepas tanggung jawab terhadap warganya.
"Contohnya Bupati Aceh Selatan yang lepas tanggung jawab atas bencana alam yang terjadi di wilayahnya dan malah pergi umrah,” tegasnya.
Kata Palti, seorang pemimpin seharusnya berada di tengah rakyat ketika situasi sulit sedang berlangsung.
“Di saat duka dan musibah seperti ini, pemimpin seharusnya hadir dan menemani, bukannya kabur dengan alasan apa pun,” ia menuturkan.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































