Bupati Pekalongan Ngaku Tidak Paham Hukum karena Penyanyi Dangdut, Jhon Sitorus: Kenapa Orang Bodoh Banyak Jadi Bupati?

9 hours ago 8
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, yang mengaku tidak memahami persoalan hukum karena berlatar belakang sebagai penyanyi dangdut menuai beragam reaksi di media sosial.

Salah satunya datang dari pegiat media sosial, Jhon Sitorus. Ia menyinggung fenomena pemilihan kepala daerah yang menurutnya tidak selalu didasarkan pada kapasitas dan kompetensi calon pemimpin.

“Kenapa orang bodoh banyak yang terpilih jadi Bupati? Jawabannya satu, rakyatnya lebih tolol,” ujar Jhon dikutip fajar.co.id, Jumat (6/3/2026).

Singgung Perilaku Pemilih

Dikatakan Jhon, perilaku sebagian pemilih yang mudah terpengaruh oleh iming-iming materi maupun faktor nonsubstansial dalam menentukan pilihan politik.

“Dikasih 100 ribu, langsung merasa udah digaji seumur hidup. Agak cantik sedikit? Langsung dipilih,” lanjutnya.

Kritik terhadap Kualitas Kepemimpinan

Lebih jauh, Jhon menganggap bahwa kualitas kepemimpinan yang muncul dalam sebuah sistem demokrasi sangat dipengaruhi oleh kualitas pemilihnya.

Ia menyebut pemimpin yang tidak kompeten pada akhirnya dapat berdampak langsung kepada masyarakat.

“Pemimpin Bodoh berasal dari rakyat yang Bodoh. Ujung-ujungnya rakyat jadi korban,” tandasnya.

Dalih Tidak Paham Hukum Muncul di Kasus Bupati Pekalongan

Penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, memunculkan narasi bahwa dirinya tidak memahami hukum maupun tata kelola birokrasi karena latar belakang profesinya sebagai musisi.

Isu tersebut mencuat di tengah proses penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan praktik korupsi dalam pengadaan jasa outsourcing dan sejumlah pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan untuk Tahun Anggaran 2023-2026.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |