Cinta dan Kemanusian Pencegah Perang “Trump & Khamenei”

7 hours ago 10
Andi Muhammad Jufri, Praktisi Pembangunan Sosial

Oleh: Andi Muhammad Jufri, Praktisi Pembangunan Sosial

Langit dan laut Timur Tengah dipenuhi armada perang. Batas waktu yang diberikan Trump terkait hasil negosiasi penghentian nuklir Iran semakin tipis. Khamenei mengeras, seluruh negeri siap siaga. Latihan perang bersama Iran dan Rusia dilakukan. Propaganda kekuatan perang "Trump - Khamenei" semakin dilancarkan. Trump ancam akan lakukan serangan terbatas dan bertahap, sampai pada pergantian Khamenei. Sementara, Khamenei juga melontarkam ancaman bahwa Iran tak pernah memulai perang, tapi tak akan mundur bila perang terjadi.

Konflik Amerika dan Iran memasuki fase genting. Segala strategi telah dijalankan. Diplomasi, mobilisasi pasukan dan persiapan senjata kedua negara sedang dalam puncaknya.

Sepertinya, tidak ada kekuatan yang sungguh -sungguh melerai dan mencegah pertikaian Trump -Khamenei. Padahal, peperangan selalu menyisakan korban kemanusian. Alasan agar nuklir Iran tak mengancam dunia, Amerika, Israel, Eropa dan sekutunya, merupakan latar rasional pendorong pemimpin negeri, Sang Penguasa Dunia, Donald Trump, untuk tundukkan negeri Iran.

Namun, di bulan yang penuh cinta ini, kita berharap Trump-Khamenei, dapat mengedepankan cinta yang penuh kebaikan dan keindahan hidup sebagai solusi mencegah perang yang akan mengorbankan kemanusian. Dengan strategi cinta, semoga ego dan emosi keduanya terkendalikan, dan dapat menata pertempuran "perasaan" agar tak ada terluka atau hancur.

Memang, saat ini, semangat menggebu dan patriotisme Trump-Khamenei, telah terkobar ke dada pasukan masing-masing. Cinta keluarga dan negeri telah menjadi "energi" untuk berjuang dan hidup. Tentu, Trump-Khamenei, seluruh pasukan, dan rakyatnya, meletakkan harapan dapat memenangkan perang, membanggakan negeri dan keluarga mereka. Bahkan, harapan dapat kembali ke rumah, dapat berjumpa orang tercinta. Kemudian, melanjutkan hidup dengan penuh cinta, keindahan dan kedamaian.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |