Ilustrasi penganiayaan (Jawapos)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Dugaan penganiayaan yang melibatkan prajurit TNI kembali terjadi. Seorang anggota Batalyon Infanteri 733/Masariku, Pratu SB, diduga terlibat pemukulan terhadap warga di Desa Umaloya, Sanana, Maluku Utara, yang berujung korban meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang didapatkan fajar.co.id, peristiwa tersebut terjadi pada 22 Maret 2026 dan bermula dari perselisihan antar pemuda yang kemudian memicu ketegangan antara kedua pihak keluarga.
Komandan Batalyon Infanteri 733/Masariku, Letkol Inf M. Aminulah, membeberkan kronologi kejadian berdasarkan hasil penelusuran awal.
Berawal dari Perkelahian Antar Pemuda
Insiden bermula dari pertikaian antara adik korban dan adik Pratu SB. Perselisihan tersebut kemudian memanas hingga melibatkan keluarga masing-masing.
Dalam kondisi emosi, keluarga korban disebut mendatangi rumah Pratu SB untuk menyampaikan protes. Saat itu, Pratu SB diketahui sedang menjalani cuti Lebaran di kediamannya.
Situasi semakin tegang ketika di perjalanan pulang, adik Pratu SB disebut dihentikan dan dikeroyok oleh sekelompok orang yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.
Pratu SB Ikut Dipukul Saat Meleraikan
Melihat kejadian tersebut, Pratu SB berusaha melerai dengan memeluk adiknya. Namun, ia justru ikut menjadi sasaran pukulan.
Dalam kondisi terdesak, Pratu SB kemudian memberikan pukulan balasan yang mengenai wajah korban. Korban terjatuh dan bagian belakang kepalanya terbentur aspal.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Sanana untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

















































