Dampak Penutupan Selat Hormuz, 350 Kapal Tanker dan Supertanker Terdampar di Laut Oman dan Teluk Persia

2 hours ago 4
Ilustrasi -- Kapal terbakar setelah mencoba melewati Selat Hormuz

FAJAR.CO.ID, TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara tegas menutup Selat Hormuz dan membalikkan tiga kapal kontainer yang mencoba melewati jalur strategis tersebut pada Jumat pagi, sebagai bagian dari operasi pengamanan yang memperingatkan warga sipil di negara-negara Teluk untuk menjauh dari daerah yang ditempati pasukan Amerika Serikat.

IRGC menegaskan bahwa tidak ada kapal yang diizinkan transit ke atau dari pelabuhan yang bersekutu dengan Amerika Serikat dan Israel, tanpa memandang tujuan atau koridor yang digunakan. "Pelewatan kapal apa pun ke atau dari pelabuhan milik sekutu dan pendukung musuh Zionis-Amerika dilarang," jelas pernyataan resmi dari Departemen Hubungan Masyarakat IRGC.

Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pengiriman energi global, tetap berada di bawah kendali efektif Iran sejak konflik dengan AS dan Israel meningkat pada 28 Februari. Akibatnya, pergerakan kapal menurun drastis hingga 95 persen, dengan lebih dari 350 kapal tanker, termasuk supertanker dan kapal pengangkut LNG dan CNG, terdampar di Laut Oman dan Teluk Persia menunggu izin Iran untuk melanjutkan perjalanan.

Para pejabat Iran menegaskan bahwa penutupan ini hanya menargetkan pihak bermusuhan dan sekutunya, sementara kapal dari negara yang tidak bermusuhan tetap diizinkan transit. Teheran menganggap pengendalian jalur air ini sebagai hak hukum berdasarkan hukum internasional dan sebagai mekanisme untuk menegakkan komitmen di masa depan.

Dalam pernyataan terpisah yang dikeluarkan sebagai Pernyataan No. 48 dari Operasi True Promise 4, IRGC mendesak warga sipil di seluruh Teluk untuk segera meninggalkan daerah tempat pasukan AS ditempatkan. Mereka memperingatkan bahwa pasukan AS dan Israel menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |