Dede Budhyarto: Tuduhan Munafik ke Prabowo Itu Cara Licik Oposisi

6 hours ago 14
Mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto kembali memberikan pembelaan terhadap Presiden Prabowo Subianto di tengah kritik yang bermunculan usai pidato dalam rapat kabinet.

Ia menekankan bahwa pernyataan Prabowo justru merupakan bentuk penguatan kepada jajaran pemerintah agar tetap fokus bekerja.

Dede menyebut pidato tersebut tidak perlu ditafsirkan sebagai hal negatif. Baginya, pesan yang disampaikan Presiden lebih pada dorongan agar tim pemerintah tidak terlena.

Dede menjelaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo ditujukan sebagai pengingat bagi para pembantunya di kabinet.

"Pidato Presiden Prabowo di rapat kabinet itu sebenarnya penguatan kepada timnya agar tidak jumawa dan terus bekerja keras melayani rakyat," ujar Dede dikutip fajar.co.id, Kamis (9/4/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa pernyataan Presiden terkait mekanisme pergantian kekuasaan menunjukkan sikap demokratis.

"Beliau secara terbuka bilang kalau pemerintah dinilai tidak baik, silakan ganti lewat Pemilu atau impeachment sesuai aturan, itu justru menunjukkan kematangan demokrasi," tukasnya.

Personal Attack Bukan Kritik Substansi

Dede turut menanggapi kritik yang diarahkan kepada Presiden. Ia menyebut tudingan yang muncul lebih bersifat serangan personal.

"Tuduhan munafik dan kebelet adalah cara klasik oposisi untuk personal attack, bukan kritik substansi," imbuhnya.

Lebih jauh, Dede juga menyinggung perjalanan politik Prabowo yang disebutnya penuh dinamika.

Ia mengatakan Prabowo beberapa kali mengalami kekalahan sebelum akhirnya menjadi Presiden.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |