FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang digelar Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) di depan Gerbang Pancasila Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026), berakhir ricuh. Massa mendesak DPR RI segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) "Agrinas Gate" untuk mengusut tuntas rencana impor 105.000 mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Kericuhan bermula saat massa hendak membakar ban sebagai bentuk protes, namun dihalangi oleh aparat kepolisian. Sempat terjadi aksi saling dorong dan adu mulut sebelum akhirnya massa mengalihkan aksi dengan membakar spanduk yang memuat wajah sejumlah pejabat, termasuk Dirut PT Agrinas dan Menteri Koperasi.
Humas KAPAK, Adib Alwi, menegaskan bahwa rencana pengadaan ribuan unit kendaraan untuk operasional Koperasi Merah Putih tersebut diduga kuat mengandung unsur korupsi, kolusi, dan distorsi kebijakan industri nasional.
"Kami dari Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi menuntut, segera bentuk Pansus Agrinas Gate dan segera memanggil Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara," tegas Adib Alwi kepada awak media di lokasi aksi.
Adib mempertanyakan alasan pemerintah melakukan impor skala masif daripada memberdayakan industri otomotif dalam negeri. Menurutnya, narasi koperasi yang diusung dalam proyek ini seolah hanya menjadi "tameng moral" untuk menutupi kepentingan tertentu.
"Koperasi Merah Putih digambarkan sebagai tulang punggung distribusi pangan nasional. Namun, pertanyaan mendasar belum pernah dijawab dengan jernih, mengapa harus impor? Mengapa bukan produksi dalam negeri?," lanjutnya.


















































