Diplomasi Prabowo ke MBS Dikritik, Guntur Romli: Harusnya Telepon Trump, Bukan Arab Saudi

4 hours ago 10
Guntur Romli

FAJAR.CO.ID - Diplomasi Indonesia dalam konflik Timur Tengah mendapat sorotan tajam setelah Presiden Prabowo Subianto menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), untuk membahas penghentian aksi militer di kawasan tersebut. Politikus dan pegiat media sosial Mohamad Guntur Romli mempertanyakan efektivitas jalur komunikasi ini, mengingat peran strategis aktor lain dalam dinamika konflik.

Guntur Romli: Hubungi Trump, Bukan Arab Saudi

Dalam unggahan di platform X pada 12 Maret 2026, Guntur Romli menilai langkah diplomasi Prabowo kurang tepat jika tujuan utama adalah menghentikan eskalasi militer di Timur Tengah.

"Aneh, yang ditelepon MBS. Harusnya Trump yang menyerang Iran, kemudian Trump menyampaikan pesan Prabowo ke Netanyahu," katanya secara tegas.

Guntur menegaskan bahwa secara geopolitik, Donald Trump memiliki pengaruh langsung terhadap operasi militer di kawasan dan dapat berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai pihak yang terkait langsung dalam konflik.

Posisi Arab Saudi dalam Konflik

Lebih lanjut, Guntur menilai Arab Saudi berada dalam posisi sulit karena harus menjaga stabilitas kawasan sekaligus mempertimbangkan kepentingan regionalnya.

"Saudi itu terjebak dalam konflik ini, dia juga pasti ingin konflik ini dihentikan," jelasnya.

Karena itu, Guntur berpendapat jalur komunikasi yang lebih efektif untuk menghentikan aksi militer terhadap Iran seharusnya langsung kepada pihak yang memiliki pengaruh strategis terhadap operasi militer, bukan Arab Saudi yang dinilai tidak menentukan arah eskalasi perang secara penuh.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |