FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Kabar baik untuk cadangan minyak Indonesia, dua kapal yang tangker RI kabarnya bakal segera dibukakan jalan oleh Iran.
Sebelumnya, dua kapal milik RI harus tertahan di selat Hormuz karena Pemerintah pun melakukan negosiasi agar dua kapal ini bisa lewat.
Hasilnya, dua kapal yang sebelumnya tertahan itu kabarnya mendapatkan lampu hijau dari Iran untuk bisa melintas keluar.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A Mulachela, mengatakan sejak awal Kementerian Luar Negeri RI bersama dengan Kedutaan Besar RI di Teheran aktif menjalin komunikasi dengan pihak Iran.
"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran," kata Nabyl terkait perkembangan negosiasi kapal tanker Pertamina di Jakarta, dikutip dari Antara.
Respon Positif Teheran
Nabyl mengungkap Teheran dalam hal ini sebagai penanggung jawab jalur tersebut memberikan respon positif dari permintaan Indonesia.
Beberapa pihak langsung melanjutkan langkah-langkah operasional untuk kapal tanker itu. Namun, hingga kini belum ditentukan waktu pasti kapan kapal-kapal itu bisa keluar dari Selat Hormuz.
Pada 4 Maret lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang melakukan upaya negosiasi terkait dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz.
Bahlil mengatakan untuk dua kapal tangker ini disebutnya tidak mengancam ketahanan energi yang dimiliki Indonesia saat ini.
Ia berbicara seperti ini karena menurutnya Pemerintah sudah menyiapkan opsi lain seperti mencari alternatif pasokan energi dari negara lain.
















































