Guntur Romli
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Penolakan Iran terhadap tawaran mediasi dari Presiden Prabowo Subianto sontak menuai beragam respons di dalam negeri, khususnya yang intens bersuara belakangan ini.
Salah satunya, Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, yang menyoroti sikap tegas pemerintah Iran dalam menghadapi serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Tidak Ada Ruang Negosiasi
Dikatakan Guntur, penolakan yang disampaikan Duta Besar Iran menunjukkan bahwa situasi konflik saat ini tidak dipandang sebagai ruang untuk negosiasi.
Ia menyebut Iran secara terbuka menolak tawaran Presiden Prabowo untuk menjadi juru damai dalam konflik yang memanas di Timur Tengah.
“Dubes Iran Tolak Tawaran Presiden Prabowo untuk Mediasi. Tidak Ada Negoisasi dengan Amerika Serikat,” ujar Guntur dikutip fajar.co.id, Kamis (5/3/2026).
Israel-Amerika yang Mesti Ditekan
Guntur kemudian mengibaratkan kondisi tersebut seperti sebuah rumah yang diserang pihak lain.
“Rumahmu diserang, apakah kamu akan diam? Mau mengajak yang menyerang berunding?,” timpalnya.
Ia juga menekankan bahwa tekanan internasional seharusnya diarahkan kepada pihak yang melakukan serangan, bukan kepada pihak yang menjadi korban.
“Harusnya yang ditekan adalah yang menyerang untuk hentikan serangan,” tegasnya.
Sebelumnya, Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, turut bicara mengenai Presiden Prabowo Subianto yang disebut siap menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran pascaserangan yang menewaskan sejumlah petinggi Iran.

















































