Politikus PDIP, Adian Napitupulu
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan lama Presiden Prabowo Subianto kembali viral di media sosial setelah rencana impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih terus menjadi perhatian publik.
Dalam cuplikan video yang beredar, Prabowo menegaskan visi perlindungan produk dalam negeri untuk anak-anak bangsa.
"Adik-adik saya ini semua, nanti kau pakai mobil, mobil buatan Indonesia," ujar Prabowo dikutip pada Jumat (27/2/2026).
Bukan hanya itu, ia menegaskan bahwa jika dirinya menjadi Presiden, maka anak-anak bangsa juga tidak akan lagi mengendarai motor produksi luar negeri.
"Kau naik motor, motor buatan Indonesia. Kau pakai jam, jam buatan Indonesia," tegasnya.
"Kau pakai sabun, sabun buatan Indonesia. Kau pakai parfum, parfum buatan Indonesia," tambahnya.
Di hadapan jurnalis senior, Najwa Shihab, Prabowo juga menaruh fokus pada pengembangan produksi sepatu dalam negeri jika terpilih.
"Kau pakai sepatu, sepatu buatan Indonesia. Itu, mbak Nana (Najwa Shihab) itu yang saya cita-citakan," tandasnya.
Prabowo Ditampar dengan Realita
Menanggapi hal ini, Politikus PDIP, Adian Napitupulu, menegaskan bahwa realitas saat ini bertolak belakang dengan janji tersebut.
"Janji pakai buatan Indonesia, nyatanya impor lagi!," ucap Adian di Instagram pribadinya.
Dikatakan Adian, kebijakan impor Completely Built Up (CBU) berpotensi melemahkan industri otomotif dalam negeri.
"Rantai pasok komponen lokal seperti mesin, bodi, sasis dan ban akan terkena dampaknya," cetusnya.
"Agenda hilirisasi dan industrialisasi bisa terganggu jika pasar dikuasai impor," kuncinya.

















































