Empat Kapal Pertamina Terdampak Konflik Timur Tengah, Dua Sudah Keluar dari Zona Bahaya

7 hours ago 5

FAJAR.CO.ID - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap terjaga aman meskipun terjadi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap jalur distribusi minyak global. Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina International Shipping (PIS), memastikan bahwa dua kapal tanker miliknya yang sempat berada di zona konflik telah berhasil keluar dan melanjutkan pelayaran dengan aman.

Dua kapal tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menegaskan bahwa kondisi kapal dan seluruh awak dalam keadaan aman.

"Dua kapal sudah keluar dari area konflik dan melanjutkan perjalanan dengan aman," katanya kepada media.

Empat Kapal Pertamina Terdampak, Dua Masih Tunggu Situasi Aman

Sementara itu, dua kapal lainnya yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di kawasan Teluk Arab. Kedua kapal ini menunggu situasi keamanan membaik sebelum dapat melanjutkan pelayaran.

Meski demikian, Pertamina terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi kapal dan awak yang berada di wilayah rawan tersebut. Vega Pita beberkan bahwa seluruh upaya dilakukan agar keselamatan armada dan kru tetap terjamin.

Strategi Antisipasi Gangguan Distribusi Energi

Lebih lanjut, Pertamina menyatakan bahwa distribusi energi nasional tetap berjalan normal meski potensi gangguan pelayaran di jalur distribusi minyak dunia meningkat akibat situasi geopolitik tersebut. Perusahaan telah menyiapkan beberapa skenario pengiriman untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk jalur reguler, jalur alternatif, dan jalur darurat.

Dengan mengoperasikan sekitar 345 armada kapal tanker di berbagai wilayah dunia, Pertamina berupaya memastikan pasokan energi ke Indonesia tidak terganggu. Jelas Vega Pita, kesiapsiagaan ini menjadi kunci menjaga kestabilan pasokan BBM nasional.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |