Fathian Hafiz: Cuma Dua Motif BGN Beli Motor Trail Listrik untuk Kepala SPPG, Kebodohan dan Keserakahan

2 hours ago 4
Fathian Hafiz

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Konten Kreator Fathian Hafi mengkritik langkah Badan Gizi Nasional (BGN) mengadakan motor trail listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, ada dua motif di balik kebijakan itu.

“Gue akan jelaskan dengan gamblang, mengapa BGN bisa nekat beli motor listrik. Gue akan buktikan bahwa motifnya cuman dua. Satu kebodohan, dua keserakahan,” kata Fathian dikutip dari unggahannya di Instagram, Rabu (8/4/2026).

Dia menjelaskan, BGN pada awalnya berambisi mendirikan 31.000 SPPG pada 2025. Setiap Kepala SPPG akan dibelikan satu motor.

“Jadi, BGN itu berambisi mendirikan 31.000 SPPG di 2025, targetnya 31 ribu, jadi dianggarinlah Rp1,2 triliun untuk beli motor listrik,” ujarnya.

“Satu SPPG, satu motor. Nggak usah nanya datanya dari mana? Lah, pokoknya ada,” sambung Fathian.

Fathian menghitung. Dengan asumsi harga per motor Rp30 juta.

“Kita hitung aja, Rp1,2 triliun dibagi 31.000. Rp38.000.000 per motor. Tapi kan itu harga mark up, katakanlah harga Rp8 jutanya mark up. Jadi Rp30 juta,” ujarnya.

Jika asumsinya demikian, yang dijangkau bisa motor listrik dengan pabrikan dalam negeri.

“Nah, kemungkinan yang akan dibeli adalah Alva N3. Pabriknya cikarang. Atau Polytron, pabriknya Demak, Gesits pabriknya Cileungsi,” ucapnya.

“Bentuknya murah, masuk akal, buatan dalam negeri. Gua sebut semua barang. Sekaligus bukti bahwa ngak ada yang bayar,” tambahnya.

Tapi masalahnya, target 31.000 SPPG tak tercapai di 2025.

“Nah ternyata, sampai Desember 2025, cuma bisa bikin 19.000 SPPG, aktualnya April 2026, bertambah ke 26.000 sekian. Motor yang dibeli 25.000, bukan 70.000 ya. Itu hoax. Jadi Rp Rp38 juta dikali 25.000, nggak sampai Rp1 triliun,” paparnya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |