Loyalis Prabowo-Gibran, Ferry Koto
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Polemik soal alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut mengambil Rp223 triliun dari total Rp769 triliun dana pendidikan terus bergulir.
Kali ini, loyalis Prabowo-Gibran, Ferry Koto, angkat suara menanggapi pernyataan Juru Bicara PDIP, Guntur Romli.
Ferry mempertanyakan logika tudingan yang menyebut penempatan MBG dalam pos anggaran pendidikan sebagai bentuk maling anggaran.
“Oh, jadi menempatkan MBG di anggaran Pendidikan itu sebuah perbuatan maling anggaran pendidikan ya?," ujar Ferry dikutip fajar.co.id melalui cuitannya di X (26/2/2026).
Singgung Persetujuan Aklamasi di Paripurna DPR
Ia lalu menyinggung proses pembahasan hingga pengesahan RAPBN 2026 yang disebutnya disetujui secara aklamasi dalam rapat paripurna DPR.
“Saya coba buka data, RAPBN 2026 disetujui aklamasi pengesahannya di paripurna, yang dipimpin Ketua DPR, Uni Puan Maharani,” sebutnya.
Ferry mempertanyakan konsistensi sikap PDIP jika memang sejak awal tidak sepakat dengan masuknya MBG dalam alokasi anggaran pendidikan.
“Seluruh aleg PDIP termasuk jahat dong?," ucapnya.
Ia juga mengklaim tidak menemukan adanya penolakan dari PDIP dalam setiap tahapan pembahasan hingga pengesahan anggaran tersebut.
“Saya cek data, baik tahap pembahasan hingga paripurna, tidak ada penolakan PDIP terhadap MBG yang masuk ke alokasi anggaran pendidikan (CMIIW),” tambahnya.
Diksi “Maling Berkedok Gizi” Dipersoalkan
Ferry kemudian menyinggung diksi yang digunakan Guntur Romli terhadap program MBG.
“Kenapa sekarang tiba-tiba, mas Guntur Romli sebagai kader PDIP memakai diksi Maling Berkedok Gizi terhadap MBG yang PDIP setujui masuk anggaran Pendidikan? Why?," timpalnya.

















































