FAJAR.CO.ID, PAREPARE – Persaingan papan atas Super League musim 2025/2026 kini menempatkan PSM Makassar sebagai pemegang kunci nasib bagi kandidat juara. Persib Bandung, yang tengah kokoh di puncak klasemen, berpeluang mengunci gelar juara lebih cepat jika PSM mampu menjegal laju pesaing terdekat mereka, Borneo FC, dalam duel di Stadion BJ Habibie pada 18 April mendatang.
Pertandingan ini menjadi pertaruhan ganda bagi skuat Juku Eja. Di satu sisi, mereka wajib mengamankan poin untuk menjauh dari ancaman degradasi. Di sisi lain, hasil imbang atau kemenangan PSM akan menjadi "hadiah" besar bagi Maung Bandung untuk memperlebar jarak poin dan mengamankan takhta juara.
Asisten Pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, kini tengah memutar otak guna memutus rantai serangan Borneo FC yang bertumpu pada Mariano Peralta. Penyerang haus gol tersebut telah mengoleksi 15 gol dan 10 assist sepanjang musim ini. Pengamat sepak bola, Syamsuddin Umar, menekankan pentingnya fleksibilitas taktik dalam laga krusial ini.
“Memang harus ada persiapan, itulah kenapa ada sesi latihan. Di situ tim menganalisis kekuatan lawan dengan baik. Harus ada itu Plan A, Plan B, dan seterusnya. Kalau permainan buntu, harus bisa dilakukan perubahan di lapangan,” ujar Syamsuddin Umar.
Ia juga menambahkan pentingnya menjaga mentalitas bertanding. “Kalau tidak bisa menang, upayakan imbang. Tapi kalau kalah, jangan sampai kalah besar,” imbuhnya.
Kondisi PSM saat ini memang belum aman karena hanya terpaut lima poin dari dasar klasemen. Dukungan sekaligus peringatan datang dari suporter agar tim tetap fokus. Sulyadi Abbas dari Komunitas VIP Utara (KVU) mengingatkan agar Pasukan Ramang tidak meremehkan lawan di sisa musim.

















































