Gempa Magnitudo 7,6 di Bitung Masuk Kategori Megathrust, BMKG Jelaskan Ciri-cirinya

9 hours ago 11
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara (Malut)-Sulawesi Utara (Sulut). (Basarnas)

FAJAR.CO.ID, MANADO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah laut dekat Bitung, Sulawesi Utara, dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai gempa megathrust yang memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir.

Gempa ini terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan episenter di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, pada kedalaman sekitar 33 kilometer, yang masih termasuk kategori dangkal.

Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa gempa ini berkaitan langsung dengan aktivitas subduksi lempeng di kawasan Laut Maluku yang menekan wilayah Sulawesi Utara.

"Kalau melihat kedalamannya cukup dangkal, sekitar 33 kilometer. Kategori megathrust biasanya sampai kedalaman 30-an kilometer, dan ini masih masuk," katanya saat konferensi pers, Kamis (2/4).

Rahmat menambahkan, episenter gempa berada di kawasan yang dikenal sebagai "bumbungan Melayu", bagian dari struktur tektonik aktif di wilayah tersebut. Pergerakan lempeng yang saling bertumbukan di zona ini memicu guncangan kuat yang berpotensi menyebabkan tsunami, terutama di daerah pesisir yang dekat dengan sumber gempa.

BMKG telah mendeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian kecil di Halmahera Barat dan Bitung pascagempa. Kondisi ini memperkuat bahwa gempa memiliki mekanisme yang mampu mengganggu kolom air laut.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyebutkan bahwa setidaknya tiga provinsi di wilayah utara Sulawesi dan Maluku merasakan dampak signifikan dari gempa ini, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |