Paus Leo XIV
FAJAR.CO.ID, NEW, YORK -- Presiden AS, Donald Trump melancarkan serangan tajam terhadap Paus Leo XIV pada hari Minggu, menuduh Paus tersebut lemah dalam menangani kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri. Penilaian tersebut disampaikan dalam unggahan di platform Truth Social miliknya.
"Paus Leo LEMAH dalam menangani kejahatan, dan buruk dalam kebijakan luar negeri," tulis Trump, juga mengklaim bahwa Gereja Katolik memilih Paus tersebut sebagian untuk mengelola hubungan dengan pemerintahannya.
Trump lebih lanjut mengatakan dia lebih menyukai saudara Paus, Louis, menggambarkannya sebagai "pendukung MAGA sejati" dan lebih selaras dengan pandangan politiknya. "Saya lebih menyukai saudaranya Louis daripada dia, karena Louis pendukung MAGA sejati. Dia mengerti, dan Leo tidak," tulis Trump.
Presiden AS juga mengkritik posisi Paus Leo tentang keamanan internasional, termasuk program nuklir Iran dan agresi militer AS di luar negeri. “Saya tidak menginginkan Paus yang berpikir bahwa Iran boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump, menambahkan kritik terhadap apa yang ia gambarkan sebagai penentangan Paus terhadap kebijakan AS di Amerika Latin.
Trump juga mengklaim bahwa Paus diangkat karena pertimbangan politik yang terkait dengan kepresidenannya, mengatakan bahwa Leo tidak akan dipilih tanpa kehadirannya di Gedung Putih. “Dia tidak ada dalam daftar untuk menjadi Paus, dan hanya ditempatkan di sana oleh Gereja karena dia orang Amerika. Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan,” tulisnya.


















































