Guntur Romli Mengutuk dan Mengecam Tindak Kekerasan Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

6 hours ago 10
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus - X

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli mengutuk keras kejadian yang menimpa aktivis kontras, Andrie Yunus.

Diketahui, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras.

Lewat unggahan di media sosial X pribadinya, Guntur Romli menyampaikan sorotan keras dan pernyataannya itu.

Ada delapan poin penting yang disampaikannya soal tindakan jahat penyiram air keras ke Andrie Yunus itu.

“Mengutuk & Mengecam Keras Aksi Teror Penyiraman Air Keras kepada Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS

  1. Mengecam serangan penyiraman air keras kepada Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS.
  2. Sejarah Indonesia dibangun dari semangat kemerdekaan dan kebebasan dalam menyampaikan pendapat, berserikat dan berkumpul.
  3. Tindakan teror tidak akan pernah berhasil membunuh demokrasi.
  4. Teror tidak akan mematikan cara berpikir kritis di dalam membela kebenaran dan menperjuangkan keadilan.
  5. Teror merupakan kejahatan dan anti kemanusiaan.
  6. Kita berjuang bagi tegaknya demokrasi karena itulah meminta aparat hukum untuk mengusut tuntas.
  7. Kita juga menyesalkan lambatnya penanganan pada kasus-kasus teror sebelumnya pada beberapa tokoh kritis, dari jurnalis, mahasiswa, influencers dan aktivis seperti Francisca Chisty Rosana,Tiyo Ardianto, DJ Donny, Virdian Aurellio, Sherly Annavita dan  aktivis-aktivis lainnya sehingga menjadi preseden yang buruk terulangnya kembali kejadian teror
  8. Kejadian teror ini harus menjadi momentum bagi seluruh kelompok pro demokrasi untuk bersatu dan melawan segala tindakan teror dan represi,” tulisnya dikutip Jumat (13/3).

Kronologi

Seperti yang diketahui, Andrie Yunus mendapatkan tindak kekerasan serangan penyiraman air keras.

Andrie mendapat serangan tersebut di Jalan Talang, Jakarta Pusat, pada malam hari Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23:37 WIB.

Diketahui, Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.

Kemudian, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang tepatnya di Jembatan Talang dengan mengendarai kendaraan roda dua, diduga merupakan motor matic Honda Beat. (Erfyansyah/fajar)

Read Entire Article
Rakyat news| | | |