Gus Hilmi Curiga Ada Permainan di Balik Pengadaan Triliunan Program Koperasi Merah Putih dan MBG

7 hours ago 9
Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi,

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi, angkat bicara terkait dugaan markup dalam sejumlah pengadaan yang berkaitan dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Ia blak-blakan mengulik nilai pengadaan yang terkesan fantastis serta mempertanyakan urgensi di balik kebijakan tersebut.

Gus Hilmi memaparkan sejumlah angka pengadaan yang menjadi perhatian publik.

"105 ribu pickup dari India nilainya Rp24,6 T," ujar Gus Hilmi dikutip fajar.co.id, Minggu (12/4/2026).

"Lalu Motor MBG cina sejumlah 21 ribu senilai Rp1,39 T. Ditambah 20.600 truk KMP senilai Rp10,8 T," tambahnya.

Angka-angka tersebut, menurutnya, perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Pertanyakan Urgensi dan Efisiensi

Ia menegaskan bahwa besarnya anggaran tersebut perlu ditinjau dari sisi kebutuhan dan efisiensi. "Dimana letak urgensi dan efisiensinya?," timpalnya.

Gus Hilmi juga menaruh perhatiannya pada dugaan selisih harga pada pengadaan perangkat elektronik.

"Belum lagi Galaxy Tab yang di pasar harga Rp9jtan tapi di anggaran jadi Rp17 juta," jelasnya.

Selain itu, ia menyinggung pengadaan atribut yang disebut turut menghabiskan anggaran besar. "Juga pengadaan kaos kaki dan printilannya yang luar biasa," terang Gus Hilmi.

Minta Transparansi dan Bebas Korupsi

Lebih jauh, Gus Hilmi berharap seluruh pengadaan dapat dijelaskan secara transparan dan akuntabel.

"Semoga semua dapat dijelaskan, transparan, tidak ada korupsi, tidak ada markup dan tidak dibiayai dari nambah hutang," tandasnya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |