Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi, kembali angkat suara menanggapi framing negatif yang belakangan terus diarahkan kepada mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla.
Ia menegaskan, tudingan tersebut tidak berdasar jika melihat rekam jejak Jusuf Kalla dalam menjaga kerukunan di Indonesia.
Dikatakan Gus Hilmi, peran wapres dengan akronim nama JK itu dalam meredam konflik antarumat beragama tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Pak JK itu jasanya sangat besar dalam mendamaikan konflik antar umat beragama di Indonesia,” ujar Gus Hilmi dikutip fajar.co.id, Selasa (14/4/2026).
Gus Hilmi bilang, sangat tidak logis jika sosok dengan rekam jejak seperti itu justru dituduh memiliki niat menistakan agama. “Lalu mana mungkin beliau berniat menistakan salah satu agama?," tandasnya.
Sebelumnya, Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, menjelaskan bahwa pernyataan tersebut tidak bisa dipahami secara terpisah dari konteks keseluruhan ceramah.
Dikatakan Husain, narasi yang berkembang di media sosial telah mengaburkan maksud sebenarnya dari pernyataan tersebut.
Husain menegaskan bahwa apa yang disampaikan Jusuf Kalla merujuk pada kondisi nyata di lapangan saat konflik sosial bernuansa agama terjadi.
"Yang disampaikan Pak JK adalah realitas sosiologis di lapangan saat konflik pecah," ujar Husain dikutip fajar.co.id, Senin (13/4/2026).
Kata dia, Pada masa itu, benar terjadi bahwa baik kelompok Islam maupun kelompok Kristen sama-sama menyerukan 'perang suci'.
"(Mereka) mengklaim bahwa membunuh pihak lawan atau mati dalam pertempuran adalah syahid," tukasnya.


















































