Harga BBM Nonsubsidi Naik per 1 April 2026? Efek Domino Perang Iran vs Amerika Serikat Picu Inflasi Pangan Hingga 7 Persen

5 hours ago 8
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Rencana pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijadwalkan mulai berlaku 1 April 2026 telah memicu gelombang kekhawatiran di tengah masyarakat.

Publik kini dibayangi ketakutan akan lonjakan harga BBM subsidi dan nonsubsidi yang diprediksi bakal menjadi motor penggerak kenaikan harga komoditas pokok lainnya.

Ketegangan ini muncul sebagai dampak langsung dari eskalasi militer di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah kedaulatan Iran yang meluluhlantakkan stabilitas rantai pasok energi global.

Analisis pasar menunjukkan bahwa lonjakan harga minyak mentah dunia saat ini telah berada jauh di atas asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Data terbaru mencatatkan harga minyak mentah acuan Brent telah menyentuh level kritis US$115,25 per barel.

Angka ini menciptakan disparitas yang sangat lebar mengingat asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2026 hanya dipatok sebesar US$70 per barel.

Selisih harga yang mencapai lebih dari 60% ini memberikan tekanan fiskal yang luar biasa berat bagi kas negara.

Sejumlah pengamat ekonomi memprediksi penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 April 2026 sulit untuk dihindari.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan harga Pertamax (RON 92) bakal melonjak ke kisaran Rp13.500 hingga Rp14.500 per liter.

Angka ini merupakan kenaikan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan harga periode Maret yang masih berada di level Rp12.400 per liter.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |